Mengenali Bahaya-Bahaya K3

Konsultan ISO online biaya rendah

Dalam penerapan sistem manajemen K3, ‘bahaya’ adalah inti dari semua persoalan. Jenis bahaya, tingkat kemungkinan kecelakaan dan resikonya menentukan berbagai komponen lain dalam sistem seperti kebijakan, sasaran, kontrol operasional, sumber daya dan prosedur-prosedur yang dibutuhkan.

Bahaya bisa bermacam-macam dan bisa muncul dari berbagai sumber. Setiap jenis industri mempunyai bahaya-bahaya yang mungkin berbeda-beda. Meski begitu, beberapa kategori bahaya berikut adalah kategori yang umum ada, yang bisa menjadi panduan dasar dalam mengenali bahaya apa yang ada dalam setiap pekerjaan.

Bahaya fisika

Bahaya fisika adalah setiap gerakan dan setiap aliran enerji yang punya potensi merugikan manusia. Masuk dalam jenis bahaya ini adalah bahaya karena aliran listrik, bahaya mekanis peralatan, getaran, suara (yang memekakkan), enerji potensial gravitasi, panas dan radiasi.

Bahaya mekanik adalah bagian dari bahaya fisika yang disebabkan gerakan mekanis seperti putaran bagian dari mesin. Bahaya ini mudah diamati. Setiap ada gerakan dari mesin atau bagian dari mesin, entah linear ataupun radial, yang mempunyai kemungkinan kontak dengan pekerja, maka itulah bahaya, terlepas dari seberapa besar kemungkinan tersebut dan terlepas dari apakah mekanisma pencegahan kontak sudah diterapkan atau belum.

Bahaya kimia

Bahaya kimia adalah bahaya karena sifat dari bahan beberapa bahan kimia yang bisa merugikan pekerja. Bahaya kimia tidak bisa langsung diamati seperti bahaya mekanik. Harus tahu lebih dahulu sifat dari bahan kimia yang ada. Berbagai jenis solvent (pembersih pelarut), bensin, fumes (seperti pada proses pengelasan), partikulat asbestos, siliki adalah beberapa contoh jenis bahaya ini. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah suatu bahan kimia berbahaya atau tidak adalah melihat MSDS (material safety datasheet) – yang menurut undang-undang harus ada pada setiap penyimpanan bahan kimia. Dari situ dapat diketahui sifat-sifat zat kimia (seperti mudah mengiritasi, mudah terbakar, mudah meledak, mudah menghasilkan oksigen, menimbulkan kanker dan lain-lain).

 

Bahaya biologis

Yang termasuk dalam bahaya biologis adalah hewan liar, kuman, virus, jamur. Bahaya jenis ini adalah bahaya yang umum di rumah sakit. Bahaya juga mungkin ada pada aktifitas penyediaan makanan / katering dan pada organisasi yang area operasionalnya memungkinkan masuknya hewan liar.

Bahaya rancang kerja

 

Bahaya ini muncul karena lemahnya perancangan cara kerja yang dapat mengakibatkan kerugian kesehatan dalam jangka waktu panjang. Pekerjaan yang dilakukan dengan sikap badan yang tidak netral secara terus menerus atau pembebanan terus menerus pada salah satu anggota badan adalah contoh dari jenis bahaya ini. Untuk dapat mengetahui bahaya-bahaya jenis ini diperlukan paling tidak tidak pengetahuan dasar tentang ergonomi dan sikap netral anggota badan.

Setelah mengenal Bahaya

Tentu tidak cukup hanya mengenal bahaya. Tahapan selanjutnya untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat adalah melakukan penilaian tingkat kemungkinan pekerja kontak dengan bahaya atau terkena bahaya dan tingkat keparahan yang diakibatkannya bila hal tersebut terjadi. Hasil akhirnya adalah penerapan kontrol operasional yang dibutuhkan, entah dengan penghilangan sama sekali bahaya, penggantian material, rekayasa teknik,  kontrol administratif dan/atau penggunaan alat pelindung diri.

Leave a Reply