Ergonomi dan K3

Ergonomi berasal dari bahasa latin; ergon (kerja) dan nomoi (hukum alam). Secara sederhana ergonomi berarti ilmu yang mempelajari bagamana pekerjaan seharusnya dilakukan agar sesuai dengan kondisi alamiah manusia.

Ergonomi jelas penting untuk dipertimbangkan dalam merancang setiap pekerjaan. Pekerjaan yang dirancang dengan mempertimbangkan faktor ergonomi dapat menghindari terjadinya cepat lelah dan cedera otot, yang akhirnya meningkatkan produktifitas pekerja.

Hal mendasar dalam ergonomi

Hal mendasar dalam ergonomi adalah mengupayakan agar sikap badan selalu dalam posisi atau mudah kembali dalam posisi netral. Yang dimaksud posisi netral adalah posisi dimana otot dalam posisi yang cenderung relax.

Sikap netral dasar:

  • Kepala tegak dan menghadap ke depan.
  • Punggung dalam posisi tegak
  • Lengan atas terjuntai dengan siku mendekat samping badan dengan nyaman.
  • Lengan bawah paralel dengan lantai
  • Tangan membentuk satu garis lurus dengan lengan bawah
  • Kaki terbuka selebar bahu bila bekerja sambil berdiri
  • Paha sejajar lantai, lutut membentuk 90 derajat dan kaki menapak lantai bila bekerja sambil duduk.

 

Bekerja sambil berdiri

Bekerja sambil berdiri dalam waktu beberapa jam, walaupun dalam poisisi yang baik tetap akan menimbulkan kelelahan lebih cepat daripada duduk. Pada lantai yang keras, berjalan sama dengan memukul palu di telapak kaki di setiap langkah. Beberapa hal yang dapat mengurangi kelelahan dan menjaga agar pekerja dalam kondisi yang baik pada saat bekerja sambil berdiri dalam waktu yang lama:

  • Pemakaian sepatu yang baik: Sepatu yang baik adalah sepatu yang pas dengan gesekan minimal dan sol yang baik.
  • Menggunakan anti fatigue mat: Anti fatigue mat bisa karpet, karet, kayu atau bentuk lain yang dapat memberikan sedikit elastisitas pada lantai. Perlu diperhatikan bahwa pemasangan anti fatique mat dapat menimbulkan bahaya baru seperti tersandung bila tidak dipasang dengan baik. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah anti fatique mat berbeda dengan anti slip mat. Anti slip mat membuat sepatu selalu berhati dengan tiba tiba saat melangkah dan menyebabkan gesekan lebih besar antara kaki dan sepatu yang dapat menimbulkan masalah baru.
  • Perancangan kerja yang memungkinkan pekerja dapat merubah posisi berdirinya dengan bebas.

Bekerja dengan komputer

Bekerja dengan komputer harus dirancang sesuai dengan 7 sikap netral dasar distas;

  • Tinggi keyboard dan kursi, dan lengan kursi diatur agar siku dapat membentuk kurang lebih 90 derajat dengan lengan pekerja didukung oleh lengan kursi.
  • Paha sejajar dengan lantai
  • Telapak kaki menyentui lantai dengan nyaman. Bila diperlukan, footrest disediakan sulit untuk mengatur ketinggian meja
  • Sandaran kursi harus memungkinkan agar badan dalam posisi yang tegak.
  • Tinggi monitor diatur agar kepala tetap tegak

 

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam bekerja dengan komputer:

  • Jarak monitor dengan mata kurang lebih sama dengan jarak jangkauan tangan
  • Tidak ada lampu yang langsung mengarah mata atau terpantul ke mata lewat layar monitor

Ergonomi dalam sistem manajemen keselamatan kerja

Dalam standar OHSAS-18001, salah satu persyaratan adalah organisasi harus mengidentifikasi bahaya, menilai resiko dari bahaya dan menerapkan kontrol yang diperlukan. Secara umum, bahaya terkait dengan ergonomi adalah sikap kerja. Akibat yang mungkin muncul adalah gangguan muscoskeletal (musculoskeletal disorders – MSDs) yang mencakup gangguan pada otot, sendi, tendon, ligamen dan saraf). Besarnya resiko bahaya tentu harus memperhatikan berapa sering pekerjaan dilakukan dan tingkat keparahan dari muscoloskeletal disorders.

Leave a Reply