Linkage model sebagai acuan kerja konsultan ISO

Secara sederhana, tujuan akhir dari konsultan ISO adalah menstimulir organisasi klien agar melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan dalam sistem manajemennya. Perubahan bisa berupa perubahan struktur, perubahan aturan-aturan kerja, kebijakan dan sebagainya.

Untuk memungkinkan terjadinya perubahan yang diinginkan, konsultan ISO tentu tak bisa hanya dengan memasukkan ide-ide baru lalu menunggu begitu saja terjadinya perubahan. Linkage model adalah urutan transformasi dari berbagai hal yang saling berkaitan yang memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan yang diinginkan.

Linkage 1: Transformasi Ide menjadi Pemahaman

Ide-ide dan berbagai konsep yang dikuasai konsultan ISO tidak ada artinya bila berbagai ide dan konsep tersebut tidak menjadi pemahaman dalam personil-personil organisasi klien. Pengembangan pemahaman dilakukan konsultan ISO dalam pelatihan dan diskusi-diskusi. Kosultan ISO harus dapat memilih metoda dan cara penyampaian yang paling tepat, teragantung dari latar belakang karyawan organisasi klien.

Linkage 2: Transformasi Pemahaman menjadi relevansi

Relevansi adalah keterkaitan yang logis antara satu hal dengan hal lain. Dalam topik ini, relevansi berbarti keterkaitan yang logis antara ide-ide dan konsep-konsep baru dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi klien. Dalam mentransformasikan pemahaman menjadi relevansi, Konsultan ISO harus dapat menjawab pertanyaan organisasi klien, ‘Mengapa konsep tersebut penting bagi kami?’, ‘Apa manfaat dari konsep tersebut bagi kami?’, ‘Apakah konsep tersebut dapat menyelesaikan beberapa masalah kami?’

Linkage 3: Transformasi relevansi menjadi sasaran

Setelah organisasi klien memahami suatu ide atau konsep baru, dan mengetahui relevansinya dengan pekerjaan mereka, barulah pada saat itu mungkin untuk munculnya keinginan memperbaiki. Tapi keinginan saja tidak cukup. Organisasi klien tentunya akan memikirkan berbagai resiko-resiko yang ada dalam suatu proses perbaikan. Konsultan ISO harus dapat mengarahkan organisasi klien untuk secara fokus menilai resiko-resiko yang ada dan juga menilai manfaat-manfaat yang bisa diambil bila terjadi perbaikan. Pertimbangan akan resiko dan manfaat yang jelas memungkinkan organisasi klien untuk dapat menetapkan sasaran perbaikan yang sesuai bagi mereka.

Linkage 4: Transformasi sasaran menjadi rencana kerja

Sasaran tanpa rencana kerja adalah cuma daftar harapan. Rencana kerja membuat sasaran mempunyai kemungkinan untuk dicapai. Makin baik rencana kerja yang dibuat, makin mungkin sasaran dapat dicapai. Konsultan ISO harus dapat mengevaluasi potensi efektifitas dari setiap tahapan dalam rencana kerja dan menjamin bahwa setiap tahapan tersebut mengarah pada tercapainya sasaran yang ditetapkan.

Linkage 5: Transformasi rencana kerja dukungan dan tindakan

Ini adalah transformasi terakhir dari awal suatu perubahan. Rencana kerja yang sebaik apapun tak dapat dilaukan bila tidak mendapat dukungan dari pihak manajemen organisasi klien. Tugas Konsultan ISO adalah membantu karyawan organisasi klien untuk dapat menjelaskan tentang berbagai tindakan yang diperlukan kepada pihak manajemen. Tugas dalam tahapan ini juga mencakup bimbingan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang muncul, yang biasanya ada pada penerapan berbagai rencana kerja.

Kelima transformasi tersebut sebetulnya adalah siklus yang dilakukan oleh konsultan manapun, bukan hanya konsultan ISO. Beberapa siklus bisa saja kecil, tetapi dalam penerapan suatu sistem manajemen, siklus tersebut akan muncul di hampir semua bagian dalam organisasi.



Leave a Reply