Konsultan ISO dan Manajemen Operasional

Peran konsultan ISO-9001 dalam penerapan standar sistem manajemen mutu tentu sudah jelas, dimulai dari pemberian pelatihan, perencanaan sistem, penyusunan prosedur dan seterusnya. Tapi bagaimana peran dalam manajemen operasional organisasi? Apakah konsultan ISO 9001 menyentuh hal tersebut?
Yang dimaksud manajemen operasional umumnya adalah pengaturan aktiftas utama organisasi yang mentransformasikan input menjadi output yang dibutuhkan pelanggan. Dalam industri manufaktur aktifitas tersebut adalah produksi, termasuk perencanaan produksi, pengontrolan sampai pada pengiriman barang. Dalam industri konstruksi aktifitas tersebut adalah pelaksanaan proyek, termasuk juga perencanaan dan penjadwalan proyek. Apakah aktifitas ini menjadi bagian dalam sistem manajemen mutu yang berarti termasuk dalam lingkup yang disentuh oleh konsultan ISO-9001? Sejauh mana konsultan ISO 9001 terlibat dalam pengaturan aktiftas tersebut?

ISO-9001 memang tidak menggunakan istilah manajemen operasional dan tidak menyebut frase tersebut, tetapi sebetulnya manajemen operasional tak lain adalah manajemen realisasi produk, yang mendapat porsi yang cukup besar dalam ISO-9001. Manajemen operasional seharusnya menjadi hal yang paling UTAMA yang harus diperhatikan dalam penerapan sistem manajemen mutu.

Terkait manajemen operasional, tantangan dari Konsultan ISO adalah membuat aturan yang paling relevan bagi setiap jenis organisasi agar aktifitas utama organisasi berjalan dengan efektif mencapai hasil yang diinginkan secara efisien. Ini adalah salah satu pekerjaan yang paling sulit bagi Konsultan ISO. Mengapa? Pertama karena setiap jenis organisasi pasti memerlukan manajemen operasional yang berbeda. Organisasi manufaktur, jasa konstruksi, jasa pendidikan, jasa kesehatan pasti membutuhkan bentuk manajemen operasional yang berbeda-beda.  Setiap bentuk manajemen operasional mempunyai teknik dan kelaziman yang berbeda-beda pula, yang harus dikuasai oleh Konsultan ISO sebelum memberi masukan-masukan dalam rangka penerapan sistem manajemen. Kedua, bahkan untuk jenis industri yang sama pun manajemen operasional yang dibutuhkan mungkin berbeda. Contohnya antara industri manufaktur bersifat batch production dengan ‘process production’ – istilah untuk organisasi yang mempunyai sistem produksi kontinu, mempunyai jenis pengaturan operasinal yang tidak persis sama.

Manajemen operasional berbeda dengan manajemen sumber daya dan manajemen proses-proses pendukung seperti pengendalian dokumen. Untuk manajemen sumber daya dan manajemen proses pendukung seperti pengendalian dokumen, konsep dan teknik bisa saja sama saja, meskipun selalu diperlukan penyesuaian sesuai kebutuhan organisasi. Untuk manajemen operasional, template tak bisa digunakan. Dilihat dari kepentingannya, tentu, manajemen operasional adalah inti dari manajamen keseluruhan organisasi.



Leave a Reply