Mengenal Bagan Kendali

Bagan kendali adalah bagan yang digunakan untuk pengendalian proses produksi. Bagan kendali menggunakan teknik statistik untuk membentuk batas-batas pengendalian dan mengambil keputusan. Mengapa statistik? Karena dengan statistik kita dapat mudah mempertanggungjawabkan setiap keputusan secara ilmiah

atas dasar analisa dan perhitungan sekumpulan data secara obyektif.

Prinsip dasar Bagan Kendali

Secara garis besar, penerapan bagan kendali meliputi 2 tahapan besar:

Menentukan batas normal dan tidak normal proses produksi.

Batas normal dan tidak normal dihitung dengan mengambil sample-sample data, bisa ukuran produk yang dihasilkan, bisa juga parameter proses, tergantung dari apa yang ingin dikendalikan. Penentuan batas normal dan tidak normal adalah aktifitas sangat menentukan dan memerlukan pengetahuan tentang statistik. Pada beberapa kasus, perancang bagan kendali harus menentukan skema pengambilan sample, apakah sample diambil dari hasil yang diproduksi secara berturutan, random sampling dari hasil produksi, campuran dari beberapa line produksi dan sebagainya. Skema pengambilan sample akan menentukan definisi normal itu sendiri. Bila sample diambil dari 1 line produksi, maka yang dimaksud dengan kondisi normal yang nantinya ditetapkan adalah kondisi normal dari 1 line tersebut. Bila sample diabil dari beberapa line, maka kondisi normal yang dimaksud adalah kondisi normal dari beberapa line tersebut, yang dipengaruhi oleh kondisi setiap line.

Melakukan pengendalian

Pengendalian dilakukan dengan mengacu pada batas normal-tidak normal proses produksi yang telah ditetapkan. Secara berkala, operator mengambil sample-sample dan memasukkannya dalam bagan. Operator lalu melihat apakah nilai sample-sample tersebut mengindikasikan proses masih normal atau tidak normal.
Bila proses diketahui tidak normal: Melakukan tindakan penyesuaian
Tindakan penyesuaian bisa berarti re-adjustment atau perbaikan lokal yang diperlukan untuk membuat proses produksi kembali pada kondisi normal.

Manfaat Bagan Kendali

Manfaat utama bagan kendali adalah membuat operator produksi tidak lagi ragu-ragu apakah dia perlu melakukan adjustment atau tidak. Ini menghindari apa yang disebut adjustment berlebihan ataupun sebaliknya, pembiaran proses yang berjalan tidak normal. Bagain kendali juga bermanfaat untuk perbaikan berkelanjutan. Dengan bagan kendali, penanggung jawab proses produksi juga mempunyai peluang mengenali apa saja yang menyebabkan proses tidak berjalan dengan normal dan bagaimana mencegahnya agar tidak terulang atau mengurangi kemunculanya. Dengan begitu, makin lama proses menjadi stabil dan mencapai kinerja yang optimal.

Dengan bagan kendali, penanggung jawab proses juga dapat mendefinisikan kemampuan proses produksi secara matematis dan obyektif. Ini dimungkinkan karena dengan menggunakan bagan kendali, data-data yang diperlukan untuk perhitungan berarti tersedia dan siap untuk digunakan untuk analisa lebih lanjut, seperti membandingan tingkat deviasi dengan rentang spesifikasi, memperkirakan tingkat reject dan sebagainya. Pada industri automotive, hal ini menjadi alat komunikasi yang penting antara pemasok dan pelanggannya, dengan penggunaan paramter-paramter seperti cpk, cp dan lain lain, yang dibentuk atas dasar standar deviasi dan rentang toleransi.

Beberapa Catatan dalam Penggunaan Bagan Kendali

Meskipun manfaat bagan kendali tidak terbantahkan, penggunaan bagan kendali juga mempunya tantangan yang harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum penerapannya;

Statistik selalu memerlukan data yang cukup

Makin besar sample, makin besar tingkat kepercayaan terhadap bagan kendali. Maka bagan kendali paling cocok digunakan untuk proses produksi sistem batch atau kontinu dengan waktu produksi cukup lama. Bukan berarti data yang sedikit tidak memungkinkan diterapkannya bagan kendali. Beberapa jenis bagan kendali seperti X-moving range dibuat khusus untuk sistem produksi yang sulit mengambil jumlah sample yang cukup banyak. Meski begitu, kehati-hatian dalam analisa tetap diperlukan karena kurangnya data.

Statistik memerlukan pemahaman

Lebih banyak orang yang tidak suka statistik daripada yang suka. Ini sebetulnya hambatan terbesar dalam penerapan bagan kendali. Meskipun mungkin saja menerapkan bagan kendali dengan template rumus yang sudah ada atau software khusus, metoda pengambilan sample yang tepat dan interpretasi data yang akurat lebih mungkin dilakukan bila ada pemahaman teori statistik yang baik.
Bagan kendali sebetulnya adala rekayasa statistik, terutama dalam pengambilan sample yang tidak benar-benar secara sampling. Tidak terlalu mudah dipelajari, tetapi juga tidak terlalu sulit.

Responsiveness

Bagan kendali dapat memberi manfaat yang besar bila pengambilan dan perhitungan data dilakukan dengan cepat dan sedekat mungkin dengan proses produksi terkait. Dengan begitu, penaggung jawab proses dapat segera menelusuri sumber masalah yang menjadi penyebab ketidaknormalan proses produksi.
Bila bagan kendali diterapkan jauh setelah proses produksi terkait yang membentuk karakteristik produk yang dikendalikan, penanggung jawab proses akan sulit menelusuri penyebab ketidakmormalan proses.

Pada pabrik pembuatan kabel, bagan kendali dibentuk berdasarkan pengukuran diameter kable yang dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan sinar X. Hasil pengukuran tersebut langsung dimasukkan dalam komputer dengan menggunakan aplikasi tertentu secara otomatis (tanpa melibatkan pencatatan manual) dan akan ditampilkan pada layar yang terpasang dekat dengan proses produksi. Ini adalah contoh penggunaan bagan kendali yang ideal.

Prasyarat kondisi

Bagan kendali akan efektif diterapkan bila kondisi proses produksi sudah ‘cukup’ terkendali secara konsisten. Pada kondisi yang demikian, batas-batas kendali pada bagan dapat berfungsi sebagai alarm yang akan memberitahukan apaka proses masih terkendali atau tidak terkendali. Pada kondisi yang masih sangat tidak stabil, bagan kendali akan kurang bermanfaat. Ini sama saja dengan membuat sistem signal pada jalan raya yang akan berbunyi saat kendaraan melewati marka jalan pada suatu jalan yang semrawut. Akan banyak bunyi signal yang pada akhirnya diabaikan. Maka, pada kondisi yang masih sangat tidak stabil, yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah perbaikan proses dan menghilangkan berbagai penyebab ketidakstabilan.



No Comment

Leave a Reply