Mengatur Inspeksi Visual

Berbeda dengan peralatan pengujian, akurasi dan konsistensi inspeksi viusal dipengaruhi oleh hal-hal yang lebih sulit diatur seperti kelelahan, konsentrasi, motivasi dan lain-lain.

Meski begitu, tidak berarti bahwa hal ini dapat menjadi alasan untuk efektifitas yang buruk. sementara hasil 100% tidak mungkin tercapai, maka segala upaya harus dilakukan untuk terus menerus meningatkan efektifitasnya. Lalu bagaimana meningkatkan efektiftasnya?

Pastikan Persyaratan Inspeksi Visual

Tidak mudah memastikan persyaratan untuk karakteristik visual. Yang perlu dilakukan adalah membuatnya sejelas mungkin. Pendapat pelanggan mutlak diperlukan. Minta persetuan pelanggan tentang batasan pass/fail dari karakteristik visual.
Tips: Jangan mengajukan produk yang ‘sempurna’ ke pelanggan untuk penyetujuan. Ajukan produk-produk yang mewakili kemampuan proses produksi yang sebenarnya, yang benar-benar kita mampu memproduksi dengan hasil yang sama diwaktu selanjutnya. Mengajukan produk yang yang lebih baik dari hasil produksi sebenarnya akan membuat banyak masalah dikemudian hari.

Kenali dan minimalkan faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas Inspeksi Visual

Ada banyak faktor yang mempengaruhi efektifitas inspeksi visual. Gambar berikut

Setiap karakteristik yang diisnpeksi tentu mempunyai faktor dominan yang berbeda. Suatu inspeksi visual mungkin peka terhadap pencahayaan, tidak boleh berlebih, tidak boleh juga terlalu kurang. Inspeksi visual yang lain mungkin peka terhadap prosedur, misalnya urutan inspeksi atau cara inspeksi. Maka tugas dari seorang Manajer Mutu adalah mencari faktor apa yang memengaruhi efektiftas dari setiap jenis inspeksi visual yang dilakukan, lalu mencari cara agar faktor itu dapat diminimalkan bia tidak mungkin untuk dihilangkan.

Lakukan decision audit

Decision audit berarti mengaudit keputusan pass/fail yang diambil oleh inspektor. Caranya, bentuk team (paling tidak 3 orang). Team lalu mengambil sejumlah sample produk yang telah dinyatakan pass dan sejumlah lain yang dinyatakan fail dan menginspeksi ulang satu-persatu. Team harus sepakat tentang hasil inspeksi. Suatu keputusan inspektor dinyatakan sesuai bila hasilnya sama dengan keputusan team. Pada akhirnya, team menghitung berapa persen keputusan inspektor yang sesuai. Team juga harus memutuskan apakah, misalnya, 90% sesuai dianggap layak atau tidak. Selain itu, sejauh mungkin team harus dapat mencari apa saja penyebab ketidaksesuaian yang perlu diperbaiki.

Lakukan inspeksi ganda

Pilihan ini memakan biaya, jadi hanya dilakukan bila tidak ada pilihan lain dan tahap awal untuk dapat menjamin mutu pasokan ke pelanggan. Inspeksi ganda dilakukan dengan team yang berbeda sambil menunggu upaya perbaikan faktor-faktor yang membuat rendahnya efektifitas inspeksi visual dapat diminimalkan.

 



Leave a Reply